Infoselebes.com, Morowali – Sejumlah warga Desa Topogaro melakukan aksi pemblokiran jalan tani yang selama ini digunakan PT Baoshuo Taman Industri Investment Group (BTIIG) atau Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) sebagai jalur hauling pada Sabtu (5/4). Aksi ini merupakan bentuk protes warga terhadap sengketa lahan yang belum menemukan titik terang.Warga mendirikan tenda di tengah jalan sebagai simbol penolakan, (5/4/2025).
Warga mendirikan tenda di tengah jalan sebagai simbol penolakan terhadap aktivitas perusahaan yang dianggap tidak menghormati hak-hak masyarakat. Mereka menuntut agar lahan yang diklaim warga segera dibebaskan oleh perusahaan.
Kapolres Morowali, AKBP Suprianto, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa situasi di lokasi tetap aman dan terkendali. "Aktivitas perusahaan tetap berjalan, dan saat ini masih dilakukan mediasi antara warga dan pihak perusahaan," ujarnya.
Lebih lanjut, AKBP Suprianto mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi sementara, lahan yang menjadi tuntutan masyarakat masuk ke dalam Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Citra, sebuah perusahaan perkebunan sawit. Namun, di sisi lain, lahan tersebut juga disebut memiliki Surat Keterangan Penguasaan Tanah (SKPT). "Kami sedang berupaya mempertemukan semua pihak terkait agar permasalahan ini bisa diselesaikan dengan jelas," tambahnya.
Ramadhan Annas, tokoh muda Ambunu sekaligus Sekjen DPD Gerakan Rakyat (Gerak) Morowali, menegaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga atas ketidakjelasan penyelesaian sengketa lahan. "Jalan yang kami blokade adalah jalan tani milik masyarakat yang selama ini juga digunakan oleh BTIIG untuk hauling. Warga hanya ingin hak mereka dihormati dan diberikan kejelasan mengenai status lahan," tegasnya.
Menurutnya, warga sudah berkali-kali mencoba melakukan mediasi, namun hingga saat ini belum ada keputusan konkret dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah. "Jika BTIIG ingin tetap menggunakan jalan ini, harus ada kesepakatan yang adil. Jangan sampai masyarakat dirugikan," tambahnya.
Pihak kepolisian terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan situasi tetap kondusif dan menghindari potensi bentrokan. Masyarakat berharap agar ada solusi yang adil sehingga konflik ini dapat segera diselesaikan tanpa merugikan kedua belah pihak. **